Online Status
Customer Support : 021 95587720 / 081 806192331 / 081 288701924

DFED

Integrasi Bisnis

Planning

DFED

ERP Based

ver.14.01

DFED ERP System

Enterprise Resource Planning

Tujuan utama DFED ERP

mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan, Menghasilkan informasi yang real-time dengan modul yang lengkap, mudah diakses

Manfaat yang didapatkan

Integrasi data keuangan, Standarisasi Proses Operasi, Standarisasi Data dan Informasi analisa bisnis dan strategi usaha bagian dari infrastruktur perusahaan


DFED Enterprise Resource Planning

Proses bisnis dalam perusahaan harus berjalan dengan efektif, untuk menunjang kebutuhan perusahaan akan persaingan yang semakin ketat. Implementasi IT dapat mendukung hal ini. Namun, implementasi IT yang tidak tepat akan menambah beban perusahaan. Oleh karena itu, implementasi IT sebaiknya dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dapat meningkatkan efektifitas proses bisnis yang berjalan. Salah satu implementasi IT yang banyak digunakan dan terbukti dapat meningkatkan efektivitas perusahaan adalah ERP (Enterprise Resource Planning).

DFED ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap.

DFED ERP (Enterprise Resource Planning) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Perencanaan Sumberdaya Perusahaan adalah struktur sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses bisnis dalam perusahaan manufaktur/jasa yang meliputi operasional dan distribusi produk yang dihasilkan.

Tujuan dari implementasi DFED ERP adalah menyatukan semua divisi yang ada dalam perusahaan menjadi satu sistem yang dapat dikendalikan secara terpusat. ERP lebih ditujukan pada sistem back-office, dimana sistem ERP tidak bersentuhan secara langsung dengan konsumen.

Pada umumnya, ERP (Enterprise Resource Planning) dibangun sebagai sistem berbasis modul yang menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, inventori, invoice, akuntasi perusahaan dan lain sebagainya. Dari modul-modul tersebut, maka aktivitas penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia dapat dikontrol dengan baik dan informasi yang berhubungan dengan aktivitas tersebut dapat diperoleh dengan cepat.

ERP (Enterprise Resource Planning) pada umumnya dibagi menjadi tiga modul utama, yaitu modul operasi, modul financial dan akuntansi, dan modul sumber daya manusia. Ketiga modul ini berjalan secara terpisah, sehingga perusahaan tidak harus mengimplementasikan ketiganya secara langsung. Namun, ketiga modul tersebut berhubungan langsung dengan satu database terpusat. Misalnya ketika bagian penjualan menerima pesanan dari konsumen, bagian gudang langsung mengetahui dan mempersiapkan pesanan tersebut. Kemudian bagian akuntansi dapat melihat apakah barang pesanan sudah dikirim atau belum, sehingga ia dapat mempersiapkan tagihan untuk konsumen. Sistem yang seperti ini akan menghemat banyak resource perusahaan, seperti waktu, biaya dan tenaga kerja. Semua orang dalam sistem melihat data yang sama dan akan memperoleh informasi terbaru dari semua divisi dalam perusahaan. Dalam meningkatkan daya saingnya.

ERP (Enterprise Resource Planning) memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan melalui modul OLAP (online analytical processing), Sehingga jika dilihat dari sisi fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP (online transaction processing).

Modul OLTP adalah lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input), ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam (record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.

Misalkan saat memasukkan data penjualan maka sistem OLTP akan melakukan verifikasi ke tabel pegawai untuk memastikan otoritasnya, penelusuran apakah pelanggan tersebut adalah langganan yang sudah terdaftar sehingga berhak atas potongan harga, memeriksa apakah ada program harga khusus dari sistem informasi akunting hingga akhirnya data tersebut direkam dalam tabel penjualan.

Sejarah Enterprise Resource Planning (ERP)

history

ERP (Enterprise Resource Planning) berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

ERP (Enterprise Resource Planning) sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.

Tahapan Evolusi Enterprise Resource Planning (ERP)

  • Tahap I
  • Material Requirement Planning (MRP). Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.

  • Tahap II
  • Close-Loop MRP. Merupakan sederetan fungsi dan tdk hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyesuaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau di ganti jika diperlukan.

  • Tahap III
  • MRP-II. Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan

  • Tahap IV
  • ERP. Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah.

  • Tahap V
  • Extended ERP (ERP II). Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan thn 2000, serta lebih komplek dari ERP sebelumnya dan hingga saat ini Evolusi ERP sudah berkembang sangat pesat dan beragam integrasi struktur data yang lebih sempurna.

  • Tahap VI
  • Hingga saat ini tahun 2014, ERP (Enterprise Resource Planning) sudah sangat berkembang pesat, dengan modul-modul yang begitu beragam dengan disesuaikan pada kebutuhan perusahaan/institusi terkait

Perbedaan definisi ERP SCM CRM

history
  • ERP (Enterprise Resource Planning)
  • ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis cepat.

  • SCM (Supply Chain Management)
  • Supply chain management adalah manajemen dari sebuah jaringan bisnis yang saling terhubung untuk menjadikan suatu produk yang lengkap dan melengkapinya dengan layanan – layanan yang dibutuhkan oleh end customer (Harland, 1996).

    Supply chain Management juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir.

    Dalam kegunaannya SCM adalah bagaimana ia mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dengan kata lain, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen.

Tujuan utama dari SCM :

  • penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
  • mengurangi biaya
  • meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
  • mengurangi waktu
  • memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi

  • CRM (Costumer Relation Management)
  • CRM adalah sebuah strategi bisnis yang berbasis kostumer, seperti strategi bisnis lainnya tujuan akhir dari CRM adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan pendapatan. Sedangkan tujuan utama dari CRM adalah meningkatkan kepuasan pelanggan. Beberapa teknologi yang melatarbelakangi CRM diantaranya adalah mendapatkan, menyimpan, analisis terhadap kostumer, vendor, partner, dan proses informasi internal.

    CRM juga disebut suatu jenis strategi perusahaan yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya.CRM juga dapat didefinisikan sebagai strategi atau pendekatan yang diterapkan suatu organisasi untuk mempelajari kebiasaan dan keperluan pelanggan sehingga suatu organisasi memiliki hubungan yang lebih dekat ke pelanggan. Terdapat juga pengertian lain dari CRM, dimana CRM didefinisikan sebagai sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi.

Hubungan antara ERP dan Business Intelligence

history

Pada dasarnya hubungan antara ERP dan Business Intelligence sebatas jembatan informasi, yang bedanya, ERP (Enterprise Resource Planning) difungsikan merubah cara kerja manual menjadi sistem informasi yang lebih komplek dan terencara secara global sistematis.

Sedangkan untuk Business Intelligence merupakan sistem / aplikasi, alat analisis yang digunakan untuk mengkonsolidasikan data, menganalisis, menyimpan dan mengakses banyak data untuk membantu dalam pembuatan keputusan, seperti perangkat lunak untuk query database dan pelaporan, alat untuk analisis data multi dimensi , dan data mining sehingga didapat data yang sesuai dengan kepentingan analisis bisnis untuk menunjang produk usaha pada perusahaan

  • ERP (Enterprise Resource Planning)
  • ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis cepat.

  • Business Intelligence
  • Business Intelligence atau yang kerap disingkat BI biasanya mengekstrak data dari beragam sumber. Sumber tersebut misalnya dari Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM), dan Enterprise Resource Planning (ERP), atau lainnya.

    Struktur dan komponen utama dari Business Intelligence yang digunakana diantaranya : Business Intelligence Report, Data Mining, Dashboard, Analytics, Alert, Portal

    Business Intelligence (BI) merupakan sistem dan aplikasi yang berfungsi untuk mengubah data dalam suatu perusahaan atau organisasi (data operasional, data transaksional, atau data lainnya) ke dalam bentuk pengetahuan. Aplikasi BI melakukan analisis data di masa lampau, menganalisisnya dan kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendukung keputusan dan perencanaan organisasi.

Modul DFED ERP (Enterprise Resource Planning)

Flowchart

Modul DFED ERP (Enterprise Resource Planning) terbagi atas Accounting & Financials, Sales & Customers, Management & Operations, Inventory & Distribution dan Human Resources Information System, Purchasing & Supply Chain Management, Inventory Management and Warehousing, Production and Manufacturing, CRM and Sales and Marketing, E-commerce and Web Portals yang diantaranya :

  • Modul Accounting & Financials
  • General Ledger and Chart of Accounts Setup
  • Financial Dimension with Dimensional hierarchy
  • Bank Management and Setup
  • Bank Reconciliation
  • Accounts Payables
  • Vendor Check Runs and Electronic Payments
  • Accounts Receivables
  • Budgeting with Revisions and Approvals
  • Journal Approvals and workflow

  • Modul Purchasing & Supply Chain Management
  • Vendor Management
  • Purchasing
  • Purchase Requisitions
  • Vendor RFQ and Quotes
  • Workflow for Purchase Approvals
  • Automated Purchase Orders
  • MRP and Master Planning
  • Vendor Managed Inventory
  • Automated Vendor notifications for Drop ship
  • Automated 3 way matching of PO, Invoice and Goods Receipt Note/ Vendor Packing Slip
  • Vendor Statistics and Performance Management

  • Modul Operations & Management
  • Business Policies and Expense rules
  • Workflow for multi-level expense approvals
  • Employee web portal for expense entry
  • Ability to attach and view expense receipts
  • Integration with General Ledger and Accounts Payable

  • Modul HR Management and Payroll
  • Balanced Scorecard
  • Business Process Management
  • Human Resource Management
  • Payroll Deljao Indonesia
  • Absent Deljao Indonesia

  • Modul Sales & Customers
  • Customer Management
  • Credit Limits and Customer Profile Management
  • Sales Order Management with notes for customer service
  • Order Fulfillment
  • Customer Rebate Management
  • Sales Commissions Setup and automated calculation
  • Multiple deliveries per order

  • Modul Inventory Management and Warehousing
  • Item Master configuration with Attributes and SKUs
  • Item Dimensions including Lot Number, Batch, Serial Number and Location control
  • Bill of Materials (BOMs) & Formulas
  • Bar-Coding Support
  • Min Max and Requirements Management
  • Other commodity classifications
  • Inventory Costing including LIFO, FIFO, Standard Costing, Weighted Average Costing and FEFO
  • Bin, Location, Aisle and Pallet Management
  • Directed Pick and Directed Put-away
  • Yard Management & Cross-docking

  • Modul Production and Manufacturing
  • General Ledger and Chart of Accounts Setup
  • Production
  • Routes and Operations Configuration
  • Work Centers and Route Planning
  • Job Costing
  • Production Planning
  • Shop Floor Control

  • Modul Project Management and Project Accounting
  • Project Budgeting
  • Tracking of Project Costs such as Labor, Vendor Purchases
  • Expense Tracking to Projects

  • Modul CRM and Sales and Marketing
  • Marketing Automation
  • Sales Management
  • Sales Force Automation
  • Telemarketing

  • Modul E-commerce and Web Portals
  • DFED Portal
  • DFED ERP eCommerce
  • DFED Android Mobile APP

  • Database, Reporting & Analytics
  • SQL Server Reporting Services
  • SQL Server Analysis Server and Data Cubes

Keuntungan menggunakan ERP (Enterprise Resource Planning)

erp
  • Integrasi data keuangan
  • Oleh karena semua data disimpan secara terpusat, maka para eksekutif perusahaan memperoleh data yang up-to-date dan dapat mengatur keuangan perusahaan dengan lebih baik.

  • Standarisasi Proses Operasi
  • ERP menerapkan sistem yang standar, dimana semua divisi akan menggunakan sistem dengan cara yang sama. Dengan demikian, operasional perusahaan akan berjalan dengan lebih efisien dan efektif.

  • Standarisasi Data dan Informasi
  • Database terpusat yang diterapkan pada ERP, membentuk data yang standar, sehingga informasi dapat diperoleh dengan mudah dan fleksibel untuk semua divisi yang ada dalam perusahaan.

  • Keuntungan yang bisa diukur antara lain
  • Penurunan inventori
  • Penurunan tenaga kerja secara total
  • Pengiriman tepat waktu
  • Peningkatan service level
  • Peningkatan sales
  • Peningkatan kepuasan dan loyalitas konsumen
  • Peningkatan kontrol keuangan
  • Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi

Kelemahaan penggunaan ERP (Enterprise Resource Planning)

  • Waktu
  • Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran

  • Ujicoba
  • Implementasi tidak dilakukan secara keseluruhan dengan baik

  • Strategi
  • Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya

  • Kebiasaan buruk
  • Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru


Kegagalan penggunaan ERP (Enterprise Resource Planning)

  • Management
  • Kurangnya komitmen top management, sehingga tim IT kurang mendapat dukungan pada rancangan sistemnya. Hal ini bisa muncul karena ketakutan tertentu, seperti kawatir data bocor ke pihak luar. Selain itu, anggapan bahwa implementasi ERP adalah milik orang IT juga dapat membuat kurangnya rasa memiliki dari top management dan karyawan divisi lain. Padahal, implementasi ERP sebenarnya adalah suatu proyek bisnis, dimana IT hadir untuk membantunya.

  • Kebutuhan
  • Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis), sehingga hasil analisis strategi bisnis perusahaan tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Perusahaan sebaiknya menentukan dari awal, apakah perusahaan akan mengikuti standar ERP atau sebaliknya.

  • Terburu-buru
  • Kesalahan proses seleksi software, karena penyelidikan software yang tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan. Hal ini bisa berakibat pada membengkaknya waktu dan biaya yang dibutuhkan.

  • SDM
  • Kurangnya sumber daya manusia, infrastruktur dan modal perusahaan

  • Resistensi / kebiasaan
  • Terbentuknya budaya organisasi / karyawan yang berada dalam zona nyaman dan tidak mau berubah atau merasa terancam dengan keberadaan software (takut tidak dipekerjakan lagi).

  • Waktu
  • Kesalahan penghitungan waktu implementasi, sehingga dapat mengakibatkan emosional, pastinya management

  • Proses
  • Tidak cocoknya software dengan business process yang berjalan pada perusahaan itu sendiri

  • Training
  • Kurangnya training dan pembelajaran untuk karyawan, sehingga karyawan tidak benar-benar siap menghadapi perubahan sistem, dimana semua karyawan harus siap untuk selalu menyediakan data yang up-to-date.

  • Design
  • Cacatnya project design & management terutama aplikasi dan database

  • Komunikasi
  • Kurangnya komunikasi antar personel, management, divisi masing-masing

  • Biaya
  • Saran penghematan yang tidak sesuai yang diharapkan


Perusahaan / Institusi yang membutuhkan ERP (Enterprise Resource Planning)

Agar sebuah perusahaan dapat menerapkan konsep ERP dengan baik, setiap aspek dari organisasi, manusia, informasi, dan teknologi harus dipersiapkan dengan baik. Dengan demikian penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat diimplementasikan pada industri sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar. Berikut implementasi ERP yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan :

  • Travel
  • Jasa
  • Manufaktur
  • Logistics
  • Hotel/Restaurant
  • Kesehatan
  • Konstruksi
  • dll....



Struktur Data Flowchart DFED ERP (Enterprise Resource Planning)

Design Data Flowchart pada Pabrik
Flowchart


Struktur Diagram Arsitektur DFED ERP (Enterprise Resource Planning)

Design Arsitektur DFED ERP 2014
Arsitektur


Struktur Work Flow DFED ERP (Enterprise Resource Planning)

Diagram

Harga Aplikasi

DFED ERP

ERP
  • Aplikasi DFED ERP
  • Aplikasi Desktop
  • Aplikasi Web Based
  • Modul+14
  • Training
  • PC Server DL
  • Maintenance
  • 1 Lisensi
  • Database SQL/Oracle
  • SMS Gateway POS
  • (-) ppn 10%

Rp. 145.500.000

DFED BI+

Business Intelligence
  • Aplikasi DFED BI+
  • Aplikasi Desktop
  • Aplikasi Web Based
  • Modul+8
  • Training
  • PC Server DL
  • Maintenance
  • 1 Lisensi
  • Database SQL
  • SMS Gateway POS
  • (-) ppn 10%

Rp. 55.500.000

info Deljao Fed Indonesia http://deljao.com Untuk harga custom, dapat menghubungi kami!
** Peralatan tidak disediakan arrow

Dukungan Produk Aplikasi Indonesia

  • Teknisi

    Deljao Indonesia tetap menjamin akan garansi yang diberikan pada produk dengan jaminan 100%, serta kunjungan teknis pada kantor anda

  • Kwalitas

    Didukung dengan team support, kwalitas produk selalu terjaga, mutu dan ketahanan akan produk yang selalu baik

  • Keamanan

    Deljao Indonesia selalu menjaga akan keamanan data pada produk terhadap klien atau customer, dengan metode enkripsi

  • Update

    Update data akan produk, merupakan fokus utama pada pelayanan kami, hingga kesempurnaan pada produk tetap terjaga